TEKNOLOGI PANGAN DAN GIZI
———
Nama : Qienida Febriani Rachma
NIM : 1022201018
Prodi S1 Gizi Fakultas Kesehatan Universitas M.H. Thamrin
Tugas Mata Kuliah Komputer Dasar
Dosen : Irwan Abdullah, S.Kom., MM
Makanan adalah zat yang dapat dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi yang kemudian diolah menjadi energi, karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Kualitas suatu makanan dapat dinilai dari energi makanan dan umur simpan yang dimilikinya. Konsumsi makanan secara tidak tepat atau tidak cukup akan menyebabkan malnutrisi yang dapat berujung pada berbagai gangguan kesehatan. Selain itu, beberapa jenis makanan bisa memicu timbulnya alergi saat dikonsumsi oleh individu yang sensitif.
Penyimpanan makanan merupakan aktivitas pengawetan makanan secara fisik untuk melindungi dari lingkungan dan bahaya dari luar serta persiapan untuk dikonsumsi di waktu tertentu. Penyimpanan dapat bertujuan mencegah penyakit, serta menimbulkan penyakit jika tidak dilakukan secara higenis. Makanan yang disimpan dalam kondisi beku dapat mencegah pertumbuhan bakteri, tetapi tidak membunuhnya. Sehingga masih memiliki risiko pertumbuhan bakteri lebih besar.
Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan. Dalam mengawetkan makanan harus diperhatikan jenis bahan makanan yang diawetkan, keadaan bahan makanan, cara pengawetan dan daya tarik produk pengawetan makanan. Teknologi pengawetan makanan yang dikembangkan dalam skala industri masa kini berbasis pada cara-cara tradisional yang dikembangkan untuk memperpanjang masa konsumsi bahan makanan. Pengawetan bahan makanan ini bertujuan agar makanan dapat tahan lama dan dikonsumsi kapan saja, tetapi dengan batas kadaluwarsa dan kandungan bahan makanan.
Terdapat dua cara mengawetkan makanan, yaitu secara fisik dan kimia. Pengawetan secara fisik, diantaranya:
1. Pemanasan
Teknik ini dilakukan untuk bahan padat, tetapi tidak efektif untuk bahan yang mengandung gugus fungsional seperti vitamin dan protein.
2. Pendinginan
Dilakukan dengan memasukan ke lemari pendingin, dapat diterapkan pada daging dan susu.
3. Pembekuan
Pengawetan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga dibawah titik beku air.
4. Pengasapan
Perpaduan teknik pengasingan dan pengeringan untuk pengawetan jangka panjang biasa diterapkan pada daging.
5. Pengalengan
Penambahan bahan pengawet dan ruang hampa dalam kaleng.
6. Pembuatan acar
Dilakukan pada sayur ataupun buah.
7. Pengeringan
Mencegah pembusukan makanan akibat mikroorganisme biasanya dilakukan pada bahan padat yang mengandung protein dan karbohidrat.
Pengawetan makanan secara kimia ditempuh dengan penambahan senyawa pengawet, yaitu:
1. Penambahan enzim papain dan bromelin
2. Penambahan asam sitrat, garam dan gula
3. Pengasinan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk makanan
4. Pemanisan dengan menaruh kadar gula yang cukup tinggi
5. Pemberian bahan pengawet pada bahan cair atau mengandung minyak. Ada yang bersifat racun dan karsinogenik.
Dari teknik pengawetan diatas mana yang belum kamu ketahui? Semoga artikel ini membantu.



Komentar
Posting Komentar